Bingung Cara Menentukan Harga? Simak Panduan Ini!

Memutuskan bagaimana menentukan harga suatu produk dapat membuat bisnismu sukses atau gagal sekalipun. Harga yang terlalu tinggi akan menolak pelanggan potensial dan membuat mereka beralih ke kompetitor sementara menaruh harga jual yang terlalu rendah dapat membuat bisnis menjadi minus.

Penetapan harga produk adalah tentang strategi, metrik, dan metode yang berbeda-beda. Sangat penting untuk menyarankan titik harga yang akan memastikan tempat kamu di pasar, memberikan peluang bisnis untuk berkembang, dan memuaskan pelanggan.

Pada artikel ini, kamu dapat mempelajari proses penetapan harga produk. Strategi penetapan harga yang umum, apa yang perlu diingat saat menetapkan harga jual akhir, dan cara menentukan harga produk dengan benar.

Apa yang harus dipertimbangkan sebelum menetapkan harga?

Pemilik bisnis perlu menemukan model penetapan harga yang sesuai. Harga produk terus berubah dan didasarkan pada beberapa faktor. Inilah yang harus dipertimbangkan oleh setiap pengusaha sebelum menetapkan harga produk.

  • Target Pembeli

Kenali pelangganmu. Apa yang mereka inginkan dari produkmu? Apakah mereka memilih opsi termurah, atau apakah mereka melihat harga yang tinggi sebagai kualitas yang tinggi? Apa peran harga dalam keputusan pembelian mereka?

  • Biaya Tetap

Jika ada, biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah terlepas dari jumlah produk yang terjual. Harga produk yang ditentukan oleh penjual harus menutupi biaya berulang ini. Misalnya, biaya tetap yang harus kamu keluarkan adalah Rp100,000 per bulannya, maka, harga produkmu harus lebih dari Rp100,000 untuk menutup biaya tetap dan mendapat untung.

  • Pesaing/Riset Pasar

Menaruh harga yang jauh lebih tinggi dari kompetitor tentu bukanlah langkah yang bijak. Teliti titik harga yang ada untuk produk serupa yang sudah populer di kalangan target audiens dan hargai produk sesuai dengan hasil risetmu.

  • Biaya Variabel

Itu adalah biaya yang berubah, tidak seperti biaya tetap, seperti pengembangan produk, biaya iklan berbayar, dan lain-lain. Ini adalah jumlah uang yang dihabiskan penjual untuk memproduksi dan menjual produk mereka.

  • Margin Keuntungan

Angka ini mewakili persentase penjualan yang telah berubah menjadi keuntungan. Pikirkan berapa banyak keuntungan yang ingin kamu peroleh per penjualan. Meskipun tidak ada angka spesifik, margin keuntungan yang baik biasanya antara 10% dan 30%. Contohnya adalah, ketika total harga produksimu dan biaya tetapmu adalah Rp150,000 maka kamu dapat menaruh harga sebesar Rp145,000 sampai Rp195,000 jika mengikuti perhitungan 10 hingga 30 persen.

  • Tempat Menjual. 

Di mana kamu akan mencantumkan produk yang akan dijual? Online, di toko fisik, atau mungkin kamu punya pilihan lain? Keputusan ini akan mempengaruhi biaya tetap, sehingga perlu dipikirkan matang-matang. 

Bagaimana cara menghitung harga jual suatu produk?

Harga jual adalah harga total yang ditetapkan penjual untuk suatu produk. Sangat penting untuk menghitung harga jual yang tepat untuk mengamankan posisi di pasar, sambil menghasilkan keuntungan pada saat yang sama. Jika tidak, bisnis kamu tidak akan bertahan. Rumus yang paling umum untuk menghitung harga jual adalah:

Harga Jual = Biaya + Margin Keuntungan

Namun, seringkali tidak semudah itu. Harga jual mungkin berbeda tergantung pada strategi penetapan harga yang dipilih penjual.

Meskipun ada banyak strategi penetapan harga yang berbeda, ada lima strategi teratas yang paling umum digunakan, beserta pro, kontra, dan instruksi untuk perhitungannya.

5 Strategi Penetapan Harga Produk Paling Umum

  • Penetapan Harga Berbasis Nilai (Value-Based Pricing). 

Menetapkan harga berdasarkan seberapa banyak pelanggan bersedia membayar.

  • Biaya Ditambah Harga (Cost-Plus Pricing). 

Menghitung semua biaya dan menambahkan mark-up.

  • Penetapan Harga Berbasis Pesaing (Competitor-Based Pricing). 

Menetapkan harga berdasarkan riset pesaing.

  • Harga Dinamis (Dynamic Pricing). 

Menetapkan harga fleksibel yang disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pelanggan saat ini.

  • Harga Psikologis (Psychological Pricing). 

Menetapkan harga sedikit lebih rendah untuk mengelabui pelanggan agar mendapatkan “kesepakatan yang bagus”.

Sekarang, mari kita mulai pelajari satu per satu.

 

1. Value-Based Pricing

https://unsplash.com/photos/U33fHryBYBU 

Strategi ini adalah penetapan harga yang berfokus pada pelanggan, sebagian besar digunakan oleh toko khusus dan pasar mewah. Pengusaha memberi harga produk mereka berdasarkan seberapa banyak konsumen percaya bahwa mereka berharga. Strategi penetapan harga berbasis nilai sangat cocok untuk perusahaan yang memiliki waktu dan sumber daya di tangan mereka.

Cara menghitung harga

Strategi penetapan harga ini membutuhkan banyak data dan informasi penting untuk mencapai hasil terbaik.

Misalnya, kamu ingin menjual tas tote bag selempang besar yang cukup untuk laptop 16 inch. Inilah yang perlu dilakukan:

Identifikasi Persona Pembeli.

Mengidentifikasi segmen pasar membantu untuk memahami untuk siapa produk tersebut ditujukan. Analisis pembeli berdasarkan tantangan harian, minat, dan lainnya. Dalam hal ini, mereka anak kuliahan, pekerja, rata-rata usia 20-30 tahun, dengan mobilitas tinggi.

Tentukan Harga Alternatif. 

Teliti tren pasar saat ini dan biaya produk untuk barang serupa yang sedikit berbeda dari milik kamu. Misalnya, hasil risetmu menemukan bahwa ada kompetitor yang menjual tas tote bag jinjing dengan ukuran yang sama seharga Rp100,000.

Bicaralah dengan Pelanggan. 

Lakukan survei untuk mengetahui seberapa besar konsumen bersedia membayar untuk nilai tambahmu, yang dalam hal ini adalah tali panjang untuk selempang. Anggap saja, pelanggan akan rela membayar ekstra Rp25,000 untuk tas tote bag dengan tali selempang. Itu berarti harga berdasarkan nilai untuk produk ini adalah Rp125,000.

Kelebihan dan kekurangan dari Value-Based Pricing

  • Harga lebih tinggi
  • Didukung oleh penelitian
  • Peningkatan produk berkelanjutan
  • Layanan pelanggan yang diprioritaskan
  • Memerlukan waktu dan sumber daya
  • Angka merupakan perkiraan, bukan angka pasti

 

2. Cost-Plus Pricing

Strategi penetapan harga cost-plus digunakan terutama oleh produsen, grosir, penjual label pribadi, dan pengrajin. Dalam strategi ini, penjual menerapkan persentase markup standar untuk semua produk mereka. Ambil biaya yang masuk ke pengembangan produk dan tambahkan persentase untuk margin keuntungan.

Cara menghitung harga

Strategi penetapan harga cost-plus adalah yang paling mudah untuk dihitung. Rumusnya sederhana:

Biaya + (Biaya x Persentase Markup) = Harga Jual

Contoh, kamu ingin menjual tote bag custom. Biaya pembuatan adalah Rp50,000, dan kamu ingin margin keuntungan menjadi 20%. Harga akhir produk adalah 50,000 + (50,000×20%) = Rp60,000

Kelebihan dan kekurangan dari Cost-Plus Pricing

  • Mudah Dihitung

Strategi ini sangat sederhana dan mudah diterapkan. Strategi penetapan harga produk yang sangat ramah pemula.

  • Memastikan Cakupan Biaya

Strategi ini akan selalu menghasilkan keuntungan, karena persamaan memperhitungkan uang yang dihabiskan untuk pengembangan produk.

  • Tidak ada wawasan tentang harga dan produk pesaing
  • Gambaran biaya yang tidak akurat yang diciptakan oleh margin keuntungan yang acak
  • Nilai pelanggan tidak dimasukkan

Strategi penetapan cost-plus memerlukan sedikit riset pasar dan sumber daya sambil memberikan cakupan penuh dari total biaya dan tingkat pengembalian yang terjamin.

 

3. Competitor-Based Pricing

Penetapan competitor-based pricing banyak digunakan oleh toko-toko besar, convenience store, dan toko diskon. Strategi ini berarti menetapkan harga produkmu yang serupa atau sama dengan menggunakan harga pesaing. Struktur harga pesaing kamu adalah tolok ukur inti untuk membangun strategi.

Cara menghitung harga

Persempit Kompetisi. 

Identifikasi perusahaan serupa di pasar yang sama. Siapa yang menjual produk yang sama atau serupa?

Teliti Strategi Penetapan Harga Produk Mereka. 

Dapatkan tren saat ini dengan menggali strategi penetapan harga dan pemosisian produk mereka.

Buat Peta Harga Produk. 

Kumpulkan harga jual rata-rata semua pesaing untuk produkmu dan gunakan sebagai tolok ukur untuk penetapan harga produk akhir.

Pilih Harga Produkmu. 

Pilih harga yang lebih tinggi, sama, atau lebih rendah daripada yang ditawarkan oleh pesaing. Putuskan di mana produk cocok di pasar dan tawarkan harga yang kompetitif.

Kelebihan dan kekurangan dari Competitor-Based Pricing

  • Penggunaan dan perhitungan sederhana
  • Risiko rendah
  • Berkembang dengan pasar, menyesuaikan dengan harga
  • Fleksibilitas terbatas dengan mengandalkan pesaing
  • Tidak ada keterlibatan pelanggan
  • Tidak didukung oleh penelitiandan faktor lainnya

 

4. Dynamic Pricing

Strategi penetapan harga ini banyak digunakan dalam pariwisata, perhotelan, hiburan, utilitas, dan transportasi. Setiap perusahaan eCommerce kelima saat ini menggunakan pendekatan ini, dan 15% berencana untuk memperkenalkannya di masa mendatang.

Penetapan harga dinamis berarti penyesuaian yang fleksibel dan perubahan harga untuk permintaan pasar saat ini dan preferensi pelanggan.

Cara menghitung harga

Strategi penetapan harga ini mempertimbangkan banyak faktor, seperti penawaran dan permintaan serta penetapan harga pesaing. Ide utama di balik strategi penetapan harga ini adalah menjual produk yang sama dengan harga berbeda kepada kelompok orang yang berbeda.

Kuantifikasi Persona Pelanggan. 

Tidak semua persona pembeli sama. Nilai persona pembelimu dan sesuaikan harga produk dengan menurunkan atau menaikkan harga untuk kelompok konsumen yang berbeda untuk menarik pendapatan yang dinamis.

Gunakan Metrik Nilai. 

Biaya apa yang kamu keluarkan untuk sebuah produk? Jumlah, pesanan massal, pengiriman, dan banyak lagi.

Memanfaatkan Waktu. 

Harga bisa naik atau turun, tergantung waktunya.

Kelebihan dan Kekurangan dari Dynamic Pricing

  • Kemampuan untuk memaksimalkan keuntungan
  • Harga responsif dengan mengikuti tren saat ini
  • Didukung oleh data sesuai permintaan
  • Pelanggan yang kesal dengan perubahan harga yang konstan
  • Risiko adanya perang harga antar pesaing

 

5. Psychological Pricing

Strategi penetapan harga ini digunakan oleh penjual di e-commerce, toko ritel besar, pengecer reguler, dan rantai diskon. Strategi penetapan harga psikologis dimaksudkan untuk menetapkan harga sedikit lebih rendah atau menawarkan penawaran untuk menginspirasi pembeli agar berpikir bahwa mereka mendapatkan penawaran yang bagus.

Menetapkan harga hanya lebih rendah dari jumlah keseluruhan, atau menawarkan penawaran terburu-buru untuk mendorong pembeli membeli lebih dari yang mereka inginkan, atau meyakinkan mereka untuk membeli dengan cepat, tidak ada yang mau kehilangan penawaran bagus.

Cara menghitung harga

Penetapan psychological pricing datang dalam berbagai bentuk. Berikut adalah 3 cara paling populer untuk menetapkan harga dengan strategi ini. 

Harga pesona. 

Pernah melihat harga yang banyak angka 9 di tiga digit terakhir, seperti Rp149,999? Inilah yang disebut harga pesona atau Charm Pricing. Alasannya adalah karena pelanggan lebih fokus pada digit pertama dari suatu harga karena kita membaca dari kiri ke kanan. Oleh karena itu, 149,999  tampaknya lebih menarik daripada 150,000. Mengakhiri harga dengan angka 9 meyakinkan pembeli tentang penawaran yang lebih baik.

Rasa Urgensi. 

“Hanya Satu Hari!” tanda-tanda dapat dilihat di setiap toko ritel, serta online. Pelanggan potensial lebih mungkin untuk melakukan pembelian hari ini jika mereka percaya bahwa diskon hanya bersifat sementara. Gunakan rasa takut kehilangan ini untuk meningkatkan pembelian impulsif dan menarik lebih banyak penjualan.

Innumerasi. 

Mana yang terdengar seperti kesepakatan yang lebih baik? “Diskon 50% untuk dua item” atau “Beli satu, gratis satu”? Meskipun kedua penawaran tersebut sama, sebagian besar pembeli kemungkinan akan memilih opsi kedua, karena kedengarannya lebih menarik disebabkan kata “gratis”. Mendapatkan sesuatu secara gratis selalu merupakan penawaran yang baik.

Kelebihan dan kekurangan dari Psychological Pricing

  • Meningkatkan perhatian pada produkmu
  • Menyederhanakan proses pengambilan keputusan
  • Menawarkan pengembalian investasi yang tinggi
  • Mempengaruhi reputasi brand
  • Mengambil keuntungan dari pelanggan
  • Tidak ada jaminan penjualan

 

Sekarang setelah kamu mengetahui semua faktor yang perlu diingat, formula paling umum, dan strategi penetapan harga, inilah saatnya untuk menetapkan harga. Inilah cara melakukannya dalam 5 langkah sederhana.

Tentukan Target Audiens

Bedakan kelompok pelanggan tertentu yang kemungkinan besar akan membeli produkmu. Dengan mengidentifikasi audiens target dan persona pembeli, bisnis dapat menilai permintaan dan memodifikasi harga untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih baik.

Buat profil pelanggan tergantung pada usia, jenis kelamin, pendapatan, lokasi, dan faktor lainnya. Teliti hobi, gaya hidup, perjuangan sehari-hari, minat, dan pertanyaan mereka, dan tawarkan produkmu sebagai solusi dan tujuan utama.

Pelajari Pasar dan Pesaing

Saat memasuki pasar dengan produk yang sudah ada, perlu untuk meneliti harga untuk produk serupa atau sama yang ditawarkan oleh pesaing. Pelanggan memiliki harapan yang jelas dalam hal produk serupa, dan harga yang kamu tawarkan harus sesuai dengan ekspektasi mereka. Ketika berbicara tentang e-commerce dan penjualan online, selalu asumsikan bahwa orang mengetahui berapa harga pesaing untuk produk yang sama atau serupa.

Nilai Keseluruhan Biaya 

Untuk mencapai kesuksesan dan keuntungan apa pun, pengusaha harus menanggung biaya variabel dan biaya tetap yang berkontribusi pada produk mereka. Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah, seperti sewa tempat, asuransi, pajak, dll.

Biaya variabel dapat berubah, tergantung pada jumlah produk yang dibuat. Biaya variabel termasuk biaya tenaga kerja, bahan baku, dan banyak lagi. Ingat-ingat semua biaya yang diperlukan untuk pemenuhan produk dan tentukan harga sesuai dengan biaya yang kamu butuhkan.

Tentukan Strategi Harga

Di sinilah panduan strategi harga yang telah dijabarkan di atas akan berguna. Saat memilih strategi yang tepat untuk produkmu, pertimbangkan faktor-faktor yang disebutkan di atas, termasuk biaya dan di mana kamu berencana untuk menjual, baik offline atau online. Bisnis harus menyesuaikan strategi penetapan harga mereka tepat waktu, saat mereka tumbuh dan berkembang di dalam industri.

Pertimbangkan semua kelebihan dan kekurangan yang tercantum di atas dari setiap strategi penetapan harga. Evaluasi penggunaan, penerapan, dan apakah itu adalah strategi yang tepat untuk bisnismu. Ingatlah biaya, margin keuntungan, pesaing, tren dan permintaan pasar saat ini, dan yang paling penting konsumen, karena merekalah yang mendorong bisnismu dan menghasilkan keuntungan.

Pantau Hasil

Para usaha kecil atau pemula membutuhkan waktu untuk menilai nilai produk yang sebenarnya di pasar. Demi mencapai kesuksesan dalam jangka panjang, pedagang perlu memantau penjualan dan melihat apakah harga yang ditetapkan sesuai dengan apa yang bersedia dibayar konsumen. Mungkin ada kebutuhan untuk menurunkan atau menaikkan harga untuk memenuhi permintaan.

Perhatikan harga pesaing, tetapi yang paling penting, untuk pelanggan. Dengan terus memenuhi kebutuhan mereka dan mempertahankan arus kas yang diperlukan, produkmu akan memiliki umur yang panjang dan sukses.

Kesimpulan

Penetapan harga produk berarti memilih strategi penetapan harga terbaik untuk bisnismu. Dorong penjualan dan maksimalkan margin keuntungan dengan pendekatan yang tepat untuk produkmu.

Mulailah dengan membuat daftar semua biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk. Pelajari pasar dan teliti persaingannya. Setelah selesai, pilih strategi penetapan harga yang sesuai dan perhatikan bisnismu berkembang.

Bagaimana? Sudah siap untuk memulai bisnismu sendiri? Gabung ke Arterous untuk bangun bisnis Print on Demand dan mengelolanya kapan pun dan di mana pun!